Menunggu

Menunggu seperti jam pasir habis daya yang tergugu

Menunggu seperti sendiri di tengah gurun di tebing salju

Menunggu sampai buih itu sisih dari hilir menepi hulu

Menunggu itu aku di depan jajaran rak-rak buku

Menunggu kalau-kalau suatu saat dengar suara kamu

Menunggu bisa-bisa buat aku mati kutu mati lagu

Menunggu itu rindu diam-diam tapi menggebu

Menunggu itu sepahit kopi segetir sagu semanis tebu

Menunggu itu dekap yang membatu itu hati yang membisu

Menunggu itu kamu yang di manalah tak kutahu

Bintang Jatuh

Ia tak melulu menggantung di langit kan? Bahkan harus berkali-kali jatuh untuk menguatkan harap

*) Buat Fik: yang sedang menunggu jodohnya

happy b-day, Dear. Thanx for the “WS” and the souvenirs