Kembali (Sajak#19)

Berhasta jarak merisau

Merajuk seutas hujan, mendung

Rindu mengendap semusim pulang

Pagi besok,

Berkah genap, tumpah ruah

Pulang (sajak#20)

Mungkin tapak kakimu

yang kuseka di jalan-jalan

Sewaktu almanak itu usang,

dengan garis batas

Andai bisa kupatahkan waktu

Rindu (sajak#21)

Kau tetap menyetia musim yang menua

Seperti cemas cuaca, berulang

Barangkali kau sedang melempar batu

Biar luka bersenyawa

Jauh (sajak#22)

Aku mendung menanti hujan

Cuaca sunyi, sepi yang merayap

Seperti sekam tanpa api

Kau raib, jalan jadi basah

Pamit (sajak#23)

Kau hatur tandang

dari kampung halaman

Mengekal esok di rantau orang

Tinggal kabar, sunyi yang tak beranjak

Sendiri (sajak#24)

Mungkin rumah telah senja

Dan detik itu beruban

Di kursi roda menanti gugur daun

Sepi, sepi, waktu telah lari