“Kalian ini kecil-kecil sudah jadi manajer, saya aja seumur hidup mau jadi manajer gak bisa-bisa”

 

Grrr…tawa berderai saat Andy F.Noya, presenter Kick Andy merespon pernyataan Fiza dan Yovita, anggota tim Nalacity yang diberikan kesempatan on the stage untuk memberikan informasi mengenai proyek sosial-bisnis kami. Suasana begitu hidup di studio Metro TV. Amat berbeda dengan kondisi kami saat baru memulai proyek sosial bisnis Nalacity. Jatuh bangun selama proses akhirnya terbayar juga dengan kemunculan kami di media nasional. Selangkah demi selangkah kami mencoba bertahan tanpa keuntungan materil untuk diri pribadi, melainkan untuk mereka, para ibu yang berasal dari keluarga mantan penyandang kusta. Nah, bagaimana kami memulai semuanya? Mari telusuri artikel ini.

***

Nama Nalacity Foundation barangkali akrab bagi sebagian orang, terutama para mahasiswa UI yang hobi menelusuri dunia on line. Tapi untuk sebagian yang lain, pasti bertanya-tanya, menerka-nerka, apa sih Nalacity Foundation, dan mengapa brand tersebut bisa tiba-tiba muncul di fan pagefacebook, mengisi time line twitter, dan secara keroyokan menyebar di grup-grup Facebook.

Apa yang kami lakukan sesungguhnya bukan tanpa alasan, Kawan. Nalacity Foundation pada mulanya adalah sebuah proyek social entrepreneurship initiative yang digagas oleh forum para mahasiswa berprestasi (mapres) UI, atau terkenal dengan sebutan Indonesia Leadership Development Program (ILDP), di bawah naungan direktorat kemahasiswaan UI.

Mungkin banyak yang beranggapan bahwa para mapres adalah sosok yang menjadi bintang sendiri di kampus, IP tinggi, aktif melanglang buana ke luar negeri, dan sederet prestasi yang menyilaukan. Waduh. Namun, apa jadinya, apabila beragam potensi yang ada digabungkan untuk membentuk sebuah forum kepemimpinan? Mari kita geser pandangan, sejenak berendah hati untuk menganggap bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berbagi, dengan cara yang tentu saja lebih nyata, lebih kreatif, dan lebih kontributif.

Singkat cerita, selama mengikuti forum kepemimpinan, 36 anggota ILDP dari 12 fakultas kemudian tersaring kembali untuk mengikuti Indonesia Leadership Camp (ILC) UI, sebuah ajang yang diperuntukan bagi para mapres se-Indonesia. Di sana, kami diberikan kesempatan untuk membuat proposal proyek sosial-bisnis untuk kemudian dilombakan dan dipresentasikan di depan para juri. Alhamdulillah, kami mendapat juara II, dan mendapat kucuran dana dari sponsor plus direktorat kemahasiswaan. Pada mulanya,proyek yang kami tawarkan adalah peternakan ayam untuk warga Kampung Kusta Sitanala, Tangerang, Banten. Namun, seiring berjalannya waktu, produk kami berubah menjadi jilbab manik, melihat kondisi dan fisibilitas di lapangan. Ada lima founder yang mengeksekusi proyek ini, yaitu Alfi Syahriyani, Andreas Senjaya, Hafiza Elvira Nofitariani, Yovita Salysa Aulia, dan Arriyadhul Qolbi. Lama kelamaan, pelaksananya menjangkau orang-orang di luar forum ILDP dan luar UI. Hanya tiga bulan kami mendapat kucuran dana. Setelahnya, apakah berhenti sampai di sana? Tidak.

Percayalah, selama prosesnya kami benar-benar kepayahan. Selain tidak ada sama sekali pengalaman dalam dunia sosial-bisnis, kebanyakan pelaksana adalah orang-orang yang sibuk di beragam organisasi. Sempat vakum karena tidak ada dana juga pernah kami alami, pergantian struktur berkali-kali tak bisa dihindari, kejenuhan karena jarak Depok-Tangerang yang jauh pernah membuat semangat kami nyaris mati. Hingga suatu hari, seperti ada oase di tengah padang pasir, salah seorang kawan kami memasukkan proyek kami ke kompetisi Fatigon Aksi Semangat dan diberi kesempatan untuk tampil di studio Kick Andy pada 28 September silam, yang insyaAllah tayang pada Jum’at, 14 Oktober, pukul 21.30 di Metro TV. Kami juga akhirnya berhasil menjadi juara II dalam kompetisi tersebut.

Hingga jadilah kami yang sekarang, berupaya sebisa mungkin untuk tetap sustainable. Sungguh, meninggalkan sesuatu yang sudah dibuat bersama-sama itu tidak mudah karena di sana terdapat tanggung jawab moral. Setiap kali berkunjung kami belajar untuk bersyukur, bahwa ternyata banyak orang yang tidak seberuntung kami di kampung sana. Karena itu, bergabunglah bersama kami, dan jadilah satu dari sekian juta pemuda di Indonesia, yang memberikan satu kehidupan bagi keluarga mantan penyandang kusta. Berani coba? (Alfi)

Contact us

Twitter @Nalacityshop

Fan page: Nalacity Foundation

Web site: www.nalacity.com

Facebook: Nalacity Shop

NB: tim NF tolong sebarkan yah😉

Open Recuritmen staf bagian marketing, hubungi Alfi via Facebook