Gue bingung mau nulis apa. Harusnya sih kemarin-kemarin gak biarin note ini kosong tiap kali ada yang berkesan. Udah lebih dari satu bulan gue menghirup udara di Bangkok. Minggu depan, gue dan kawan-kawan pulang, tepatnya tanggal 12 Mei 2011. Tentu aja setelah ujian dan farewell party.

 

Banyak sekali pengalaman dan pelajaran yang gue dapat. Sepertinya lebih menyenangkan kalau gue nyebutin per poin. Berikut pengalaman menarik, mulai dari yang lucu, haru, mengejutkan, menyenangkan, hingga menyeramkan.

 

 

1. 3 April 2011 Percaya atau tidak, gue sempat menjatuhkan passport di pesawat saat baru sampai di bandara Suvarnabhumi. Sempat panik karena sudah sampai antrian imigrasi. Alhasil, gue ke luar dari antrian dan mencari tahu lewat information center. Seorang pramugara menemukan passport gue.Lucky you were!

 

2. Satu kamar dengan anak Filipina yang gak beragama. Awalnya gueharus ekstra mendengar karena bahasa Inggrisnya yang cepat. Maklum, bahasa Inggris bahasa kedua di Filipina. Lama-lama gue jadi terbiasa dan belajar banyak kosakata ekspresi dalam bahasa Inggris. Terutama ekspresi mengejek orang. Ahah!!! -.-‘)a

 

3. Mendapati fakta bahwa dua orang panitia program adalah gay yang sudah menjalin hubungan selama empat tahun. Setiap kali melihat mereka, gue jadi suka senyum-senyum sendiri. Tampilannya lelaki dan tidak melambai.

 

4. Dua orang mahasiswa Thailand peserta program ini memilih untuk berada di antara lelaki dan perempuan. Ow ow ow…

 

5. Tiga hari ditinggal teman-teman Indonesia ke Chiangmai ketika libur Festival Songkran. Mendadak homesick. Padahal baru dua minggu di bangkok, hehe

 

6. Vando, “Emang bisa ngerjain skripsi? Gue nih, udah ketunda setahun gara-gara ikut program beginian melulu”.

Gue, sambil ngetik-ngetik “Pergilah kau setaaan, jangan ganggu akuuu”

Vando, “hahaha”

 

7. Diganggu jin usil. Lagi tidur ada yang membisik telinga dalam bahasa Thailand, plus kemunculan rambut putih. Ternyata teman-teman juga dapet giliran diketok pintunya tengah malem. Pas buka, gak ada siapa2. Ups!

 

8. Belajar Tagalog. Ternyata ada beberapa kata yang sama dengan Indonesia. Maklum dari akar yang juga sama. Sakit, mangga, balik, toge, kangkung, dll

 

9. Suatu hari, “Where are Alfi and Polin going?” tanya Jane

“They are looking for something warm, like love” jawab si Rizqan diiringi tawa anak-anak

STRIKE!!!! gak di Indonesia gak di Thailand tetap aja ada yang g o m b a l

 

10. Belajar tentang dinamika media di Kelas. Anak Kamboja menunjukkan website yang jadul banget. empat L empat Y. Teman-teman, antara tertawa dan kasihan. Maaf (sambil menangkupkan tangan)

 

11. Beberapa ajarn (dosen) berbahasa Inggris dengan aksen Thailand, anak-anak biasanya suka menirukan, terutama Michael yang bisa meniru karakter masing-masing dosen dan teman-teman dari negara lain, haha

 

12. Ternyata ada satu anak yang jadi “musuh” bersama. Maklum, agak aneh. Semua anak memanggilnya, “best friend”. Out off record, haha

 

13. Fieldtrip judulnya belajar, tapi tahunya senang-senang. Jujurlah kalian!

 

14. Rizqan gak sengaja makan babi. Gue? Yah juga! (tepok jidat)

 

15. Vando, orang terjail di dunia. Sering iseng ngomong bahasa Indonesia sama teman-teman se-ASEAN, lalu yang diajak ngomong berkerut dan tinggallah dia yang tertawa

 

16. Romansa di antara anak-anak asrama. Gara-gara LDR, beberapa anak dikabarkan putus dengan pacarnya di negeri masing-masing. Oooooh…

 

17. Festival Songkran. Festival tahunan yang dilakukan denga cara menyiram air untuk menangkal roh halus. Kenal gak kenal, sepanjang jalan, mau bus mau orang, Splash! Basah………! jangan marah -____-‘

 

18. Nerangin ke teman-teman Thai tentang cerita hantu, karena mereka gak ngerti bahasa Inggris, jadi pake google translate. Konyol ah

 

19. Hobi sepanjang perjalanan 45 menit dari Asrama ke kampus= kalau gak baca buku Asian Emporium, dengerin lagu. Paling suka sama lagu-lagunya Jason Mraz😉

 

20. Jalan ke Mahidol bareng si Vando. Nemu nasi kuning dan yang jual orang berjilbab. Ahah!

 

21. Beberapa kawan suka nge-bar ternyata. “Mau ikut?” “No, I’m a muslim. No alcohol” haha

 

22. Teman sekamar hobi beli baju dan cerita tentang masalah percintaan. Hanya mendengar dan mengangguk-ngangguk.

“Do you have a boyfriend?”

“Nope, we are not allowed to have a boyfriend”

“Muslim is not allowed??! Aaah, why then my muslim friends do that?”

“Some of my friends do too, hehe”

Tapi tetap saja dia curhat. Baiklah

 

23. Agak menyebalkan kalau beberapa kawan bertanya ritual agama. Pas dijelasin malah matanya ke mana, haha

 

24. Sokha, anak Cambodia, sempat jadi bintang waktu nonton teater di Pattaya. I will miss your heavy and lower voice😀

 

25. Fu*k, bi*ch, sh*t —> sering sekali diucapkan teman sekamar

 

26. Sepanjang jalan di Pattaya beach kayak Bali. Bar dan musik, bule yang jemur di pantai, malam2 gandeng orang lokal, dan tentu saja, ladyboy…

 

27. Mengerjakan skripsi sambil ngeluh-ngeluh. karena di kala teman-teman jalan-jalan, gue di kamar. Fokus.

 

28. Thailand surga makanan asem pedeeees. Kagak cocok sama lambung gue man

 

29. I’m proud of my heejab. Hibur Rizqan, “being a minority is cool”😀 baiklah

 

30. Di kamar pasang AC 25 derajat. Jangan kurang. The wind hits me! (Berantem dulu sama teman maunya berapa)

 

31. Ucapan favorit anak2, “Can you connect to the internet?” Karena setiap malam di atas jam 9, kalau lagi banyak users, wifi seringkali gak konek.

“Are you coming with us?” kalau mau ngajak jalan

“Let’s go!”

“Have u already had your breakfast (lunch), (dinner)?

‘What time is it?”

“Sawas Dee ka/krab” (Bahasa Thailand artinya ‘salam’)

 

32. 7/11 adalah minimarket favorit di Thailand. We can’t live without it! haha

 

32. Mall favorit: Pink Klau, Tesco, MBK, Siam Paragon (yang ke empat GI-nya neh). Tapi di antara semua, yang paling keren itu Jatujak, pasar besar buat souvenir, hehe

 

33. Tour naek bus dua level dan subway. Norak, baru kali ini

 

34. Museum2 di Thailand keren dokumentasinya. Canggih, apalagi China Town yang apik dan modern. Indonesia?

 

35. Ternyata cewek-cewek hobi pake hot pan. Baiklah.

 

36. Mendapati profile picture dekan Fakultas Liberal Arts, Thammasat yang lagi megang Tweety. Fotonya lebih cantik. Tapi membuat anak-anak tertawa. Gaul tuh dekan.

 

34. Temple oh temple! Jalan-jalan budaya ke temple melulu. Oh jadi begitu ritual orang Budha yah😀

 

35. Peprustakaan Thammasat boleh pinjem maksimal 20 buku. Gila!

 

36. Harga-harga di bangkok sama kayak di Depok, lo! Buat anak-anak Vietnam lebih mahal, tapi buat anak2 dari negara lain, dua sampai tiga kali lipat lebih murah. Enaknya…

 

37 Seminggu sebelum prgram berakhir, ternyata ada wifi di kamar, jadi gak perlu turun ke bawah buat konek internet. Asrama UI kagak ada beginian dah

 

38.Merayakan ultah ke-22 dengan nonton Laskar Pelangi bareng teman2 ASEAN dan bagi2 donat