Barangkali rindu

Saat subuh menjelma menjadi mata yang terjaga. Mengamati setiap petak kamar dengan nuansa yang berbeda.

 

Barangkali rindu

Saat ulu hati terasa sakit seperti tertusuk belati. Mengenang waktu-waktu di belakang. Mengenang laku yang berubah petang

 

Barangkali rindu

Saat berteman dengan sepi membuat hati mengeja dia dan dia. Menyebut nama yang pernah singgah dalam  hati kita

 

Barangkali rindu

Saat jutaan potret berterbangan di kepala. Mengenali satu per satu wajah dan tertawa. Merasai menangis dan meringis; merasai membenci dan mencintai

 

Barangkali rindu

Saat kesadaran itu datang begitu terlambat. Membuat luruh segala peristiwa. Mencipta jeda di antara ‘aku’ dan ‘dia’

 

Barangkali rindu

Saat pertemuan begitu istimewa. Membentang jarak yang memisahkan ruang dan waktu. Tapi hati terikat di benang yang satu.

 

Barangkali rindu

Saat mata terpejam di sana. Sekitaran padat tak ada udara. Sementara ratusan orang mengangkat tangan dan mengeja nama kita: a ba ta tsa.

 

DRPM, 9 Agustus 2011

Buat Tisa, Fik, dan kerinduannya kepada kita, hahaha

Inspired by Dee, “Barangkali Cinta”