“Er…Aku, ada yg ingin aku bicarakan”

“Ah, kau. Tidak terasa” mengamati dr ujung kaki hingga ujung rambut

“Ya” tersenyum, “ng…ini..” menunjukkan selembar kertas

“Ah…”

“Jadi?”

“Aku tidak bisa berkomentar banyak”

“Tapi….”

“Lihat kerutan di wajahku kan?”

“Eh?” hening

“Setiap lipatannya adalah gambaran peristiwa. Setiap itu pula aku dihadapkan pada pilihan”

“Aku tidak mengerti”

“Semakin kau dewasa, pilihan akan menjadi semakin sulit. Semakin kau tua, lipatan di kulitmu akan semakin banyak” tertawa kecil

“Aku tidak bsa memutuskan, makanya aku ke sini” menunduk dalam

“Siapa yang kau kira paling bisa menjawab?”

“Ng….”