Aku selalu percaya bahwa keadilan langit mengambil beragam bentuk. Aku selalu percaya bahwa tidak ada kebetulan yang terjadi di dunia ini. Semesta sudah mengaturnya sedemikian rupa. Dengan cara yang begitu cantik. Begitu brilian.

Mungkin ia sengaja dikirimkan untukku. Mungkin aku juga sengaja dikirimkan untuknya. Kami memang sengaja dipertemukan untuk bisa saling belajar. Barangkali ini cara Allah untuk menghiburku. Memberikan kebahagiaan pada orang bagiku adalah jalan untuk memberi kebahagiaan pada diri.

Aku belum lama mengenalnya. Aku tak pernah menyangka mengapa dalam beberapa hal, aku dan ia, sama. Aku tak pernah bisa mengerti mengapa, pernah suatu hari, ia betul-betul keukeuh meminta sesuatu dari tempat yang begitu jauh.

“A sign of friendship” kataku suatu hari sambil memasangkan gelang coklat itu. Waktu itu adalah kali pertama kami bertemu, tapi tentu sudah sekian bulan berinteraksi sekenanya lewat dunia maya. Setelah prosesi pemberian gelang, kukira semua selesai sampai di situ. Nyatanya tidak.

Hidup kami selanjutnya penuh dengan cerita, dengan teater, dengan diskusi, dengan jalan-jalan, dengan kesabaran sebesar Gunung Himalaya.

Sungguh, aku juga mencintaimu karena Allah.