Setiap pagi, ia selalu memintaku mengukur ruangan itu…..

>< 5mx3m

Jadi berapa luasnya?

>< lima belas meter

(tersenyum) yakin?

>< yang kupelajari seperti itu; di sekolah, di bangku kuliah, di kantor

Telitilah lagi

>< Baiklah, 150

No no no, apa yang kau pelajari di sana?

><matematika>

Yakin 150?

>< baiklah, 1500

(tersenyum) sejak kapan kau tambahkan nol di sana?

>< 15000! 150.000! 15x-4y= 24z! Ah, ayolah…!

Kemarilah…

>< (mendekat)

aku akan tutup matamu, jangan protes

>< hei, apa yang kau lakukan?!

sudah kubilang diamlah, jangan protes

>< aduuh..

sudah bisa kau lihat sekarang?

>< (tercenung)

apa yang kau lihat?

>< (hening )

Iya?

>< (terbata-bata)  A…k..k..u mel..i..hat seorang perempuan dan bayi di ruangan ini. Terakhir kulihat ia sedang bercermin dan menyisir rambutnya. Lama-lama wajahnya berubah, begitu juga warna rambutnya. Sejurus kemudian tangannya melambai kepadaku, memintaku memijit bahunya…

(tersenyum) Sudah bisa kau hitung berapa 5mx3m?

>< (hening, pecah–tangis)

 

10 menit menjelang 22 Desember 2010