Pada mulanya adalah kaki, lalu perjalanan dari sepatu ke sepatu

Pada mulanya adalah hati, lalu perjuangan dari ragu ke ragu

(Hasan Aspahani)

Seringkali saya berpikir, apa yang bisa membuat seseorang tak waras selain cinta? Yang membuat kesabaran sekukuh Gunung Himalaya. Yang bisa memindahkan bangunan Piramida di tengah gurun pasir. Yang mampu membuat otaknya, seperti menara Pisa, miring sekian derajat besarnya. Ia yang rela berpanas-panas dan diamuk deras hujan seperti patung Budha di Borobudur. Melaju seperti kapal walau tanpa mercusuar dan bintang di langit. Ia yang dilupa-lupa malah jadi makin likat. Ia yang diingat-ingat malah jadi makin merana. Aih. Kalau cinta berbicara, semua bisa jadi berbeda.

Langit mencatat, sejak zaman Adam, kali pertama manusia menumpahkan darah karena wanita. Qabil iri dengan Habil karena kelebihannya yang beraneka rupa. Salah satunya karena anak Hawa. Maka ratusan abad berselang, beragam peristiwa datang silih berganti. Hingga anak cucu Adam yang sekarang milyaran jumlahnya bisa saling bertegur sapa lewat dunia maya. Mark Zurckerberg menciptakan Facebook, bahkan, bermula karena dendamnya pada wanita yang pernah dicintainya.

Mari kita berbelasungkawa. Pada diri kita sendiri tentu. Yang ternyata membawa “dosa turunan” sejak zaman bapak kita. Astaga. Seringkali kita melihat pertumpahan demi pertumpahan karena cinta. Meranggas pohon jambu di halaman rumah karena marah. Surutlah ombak laut karena malu. Pasanglah ombak laut karena cemburu.  Bukan main. Bukan main itu cinta.

Cita-cita bahkan menggantung tak tentu karena cinta, atau sebaliknya, melesat tinggi karena cinta. Sungguh terlalu kata Bang Aji Rhoma. Maka mari kita berbelasungkawa, pada mereka yang didera sakit jiwa karena cinta. Mereka yang hanya mampu memeluk sebatas punggung atau hanya merindukan cinta yang belum bersiap. Dan mari turut berbahagia, untuk mereka yang mengejar cita-cita dan rela mengorbankan ketidakwarasannya, karena cinta. Selamat menjemput ci(n)ta masing-masing.

Berbahagialah siapapun yang di sana, yang sedang mengejar cita-cita. Tak perlu ragu memilih yang terbaik untuk hidup.

Cheers!