These poems were published in Kompas.com. I post it on my blog to motivate myself, to keep my hand movingšŸ˜‰


Empat Kesepakatan

/I/Musim panas mengeringkan kenangan,
aku dan kau sandar pada debu-debu jalanan

/II/Musim hujan membasahi dedaunan,
aku dan kau cakap pada embun kerinduan

/III/Musim gugur menjatuhkan daun-daun,
aku dan kau cemas pada hitungan kurun

/IV/Musim dingin mengantarkan musim semi,
aku dan kau henti pada larik puisi?

Delusi
Sore ini aku mendengar mendung berbisik,
Pelan jarum-jarum turun mencipta partitur di genting rumah,
Musim ini, masa nanti, mungkin cinta sesaat menjelma jadi jeda
Hanya ada nama di kaca jendela; lalu embun,
lalu angin, lalu batin yang kian mendingin
tapi nyanyian gerimis hari ini terlalu sumbar untuk didengar,
Ah, Put, aku terperangkap
Karena ternyata yang kurindu saat hujan
hanya serat-serat semesta tak bernyawa

Subuh
Dulu kita pernah berjanji di kala subuh,
Terasa,
pada langit abu-abu, bayangmu meremang

Seperti kata yang meruap cepat,
hari-hari semakin dekat

“mungkin tidak sekarang”, katamu

Tercekat,
senja datang, subuh menghilang

Desember
Aku mendengar suaramu,
dari jarum-jarum jatuh
Aku melihatmu,
Dari sini, dari jauh

Aku merasa kemarau semakin dekat,
Daun-daun berubah coklat
Mungkin pertanda kau tiada

Desember, tak bisakah ada celah untuk bicara?

Menunggu
Dulu sempat kau tinggalkan batas kota,
dari jendela kereta

Menunggumu seperti berdiang di perapian
Ada dingin yang tak bisa diterjemahkan

Aku ingin membunuh waktu, yang lari bersama jerit besi baja

Teduh

Hitam, pekat, ruap
padu jadi satu
mengangkut segala di bahu

Sebutir jatuh di tapak kaki
makin gigil, makin retak

Jangan terburu
tunggu sampai awan merendah
biar teduh, biar luruh

Jauh
Mungkin kau dan setengah jiwamu belum terlalu siap untuk kehilangan. Hanya satu yang mengikat hati-hati kita. Tetap do’a kau suluh walau jasad begitu jauh.

—-

Alfi Syahriyani lahir di Serang pada 25 April 1989. Menamatkan kuliahnya di Sastra Inggris UI. Pernah aktif di Rumah Dunia asuhan GolĀ A Gong dan bersama kawan-kawannya mendirikan Komunitas Langit Sastra di UI. Saat ini penulis tinggal di Depok.