Buat Papa:

#1

Sang putri kecil tahu kebiasaan lelaki itu,

Malam-malam sebelum padam lampu, dibawanya buku bergambar putri salju

Diceritakannya tentang tujuh kurcaci dan apel beracun,

Tentang istana, pangeran, pesta, dan gaun

Di tepi ranjang, sebelum usia putri kecilnya pasang

Ia ajarkan a ba ta tsa, doa-doa segala rupa

Lalu ditutupnya dongeng,

Di kamar dipadam lampu, sang putri kecil mulai rindu

#2

Sang putri kecil tahu kebiasaan lelaki itu,

Malam-malam sebelum padam lampu, ditengoknya kamar itu

Dibawanya buku berlembar-lembar, disediakannya kopi,

di meja menghampar

Lelaki itu berkata, “Usiamu telah pasang”

Di kamar dipadam lampu, sang putri kecil itu bersemu

#3

Sang putri kecil tahu keinginan lelaki itu,

Malam-malam sebelum padam lampu, dikemasnya pernak-pernik,

dijuntainya gaun cantik

Ditangisinya tapak tangan yang makin menghitam

Disandar di bahu yang makin legam

Sang putri berkata,”Usiaku telah pasang. Ada yang datang”

Buat temen gw yang bentar lagi sebar undangan. Melebihi batas deadline ni puisi. Tak apalah🙂 Mau buat puisi kawinan susah yah, maklum belum pernah kawin, haha. Jadi teringat saja begitu kisah di Horison yang di share teman. Gak bisa berpantun2, jadinya malah begini, hahaha