Suatu hari ada seorang anak kecil yang dibelikan kalung oleh ayahnya. Kalung itu cantik, berwarna emas, tapi imitasi. Anak kecil itu merasa senang dengan pemberian ayahnya. Ia memakai kalung itu ke manapun ia suka. Setelah beberapa waktu lewat, tanpa diduganya, ayahnya meminta kembali kalung imitasi itu. Sang anak merengek. Ia menangis terus menerus karena ayahnya mengambil kalung itu lagi. Padahal maksud sang ayah baik, ia ingin mengganti kalungnya dengan kalung asli yang lebih baik.

Seringkali dalam kehidupan ini, kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan. Atau ketika sudah digenggaman tangan, apa yang didapat kita itu hilang, padahal segala cara telah dilakukan. Kuncinya, tetap berprasangka baik pada Allah. Ketika Dia menjauhkan dengan apa yang kita harapkan, Dia justru tengah mendekatkan dengan apa yang kita butuhkan. Dan selalu lebih baik. Selalu lebih baik dengan apa yang sudah terlepas di tangan.

Allah Maha Melihat usaha kita, dan Maha Mendengar doa-doa kita. Dia sesuai dengan prasangkaan hamba-Nya.

Wallahu’alam