Pernahkah ada satu masa di mana kita bingung harus berbuat apa? Kita seperti kehilangan pegangan. Tidak seperti biasanya. Lalu , demi mengurangi perasaan yang sulit dijelaskan itu, kita mencari-cari pegangan dengan cara-cara yang bodoh.

Pada sebagian malam, mungkin pernah air mata kita jatuh berkali-kali. Ada rasa bersalah, rasa kesal, rasa tidak menerima, sekaligus rasa sesal. Kepala kita terntunduk, tertunduk terus ke bawah karena malu. Sungguh benar-benar malu. Tubuh rasanya lemas, tidur pun tidak bisa, karena kepala terus menerus berputar, dan satu dua organ tubuh tiba-tiba rusak pelan-pelan.

Demi mengurangi rasa sakit, dan juga rasa takut, dan juga rasa malu, kita…ah, bodohnya, kita lagi-lagi melakukan cara aneh karena ketiadaan penjelasan yang membuat kita bisa menerima. Karena, perasaan semacam ini memang sulit dijelaskan. Pada akhirnya, kita hanya bisa terdiam saat segala sesuatunya jelas, lalu tertawa saat menengok ke belakang.

Sesungguhnya, masa itu adalah masa paling bodoh yang pernah saya rasakan. Dan setiap kali meladeni memori yang sekelebat  datang, satu-satunya jalan yang bisa mengalihkan adalah: SIBUK! Hehehe. Sibukkan diri dengan pekerjaan dan sibukkan hati dengan dzikir pada Tuhan. Sungguh, Dia sebaik-baik pegangan.