Bahwa ternyata aku masih diam-diam,

menengok apa yang kau sembunyikan di dalam karung goni,

yang kau pikul setiap pagi

Saat terik matahari membakar kulit sawo matangmu,

kau tabur benih-benih yang ternyata  tumbuh tak dikehendaki,

Karena setiap hari gerimis turun di ladang-ladang itu

Bahwa ternyata aku masih diam-diam,

mengintip apa yang kau lakukan setiap subuh

dan berharap ada cerita lain selepas ladang itu kau tinggalkan

Tapi pada kenyataannya, tidak ada cerita

tak ada, cerita lagi