Sakit yang sangat merugi bagi tiap mukmin adalah sakitnya hati yang tertuju pada kemaksiatan, dan menutup diri dari kebenaran, bahagialah hati yang suci dan mensucikan tiap perbuatannya.

Kemudian Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, maka Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang. Kami berfirman: “Turunlah kamu semua dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati”.(2:37-38)

Tidak terasa, sudah hampir setahun Ramadhan terlewat. Bulan depan bulan yang agung itu akan datang lagi. Semoga menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari.

September saya sudah mulai kuliah S2. Ada banyak tantangan di muka. Saya harus mempersiapkannya dari sekarang. Banyak hal yang telah terjadi setahun terakhir ini, dan semuanya memberikan pelajaran yang sangat berharga. Rasa senang, sakit, haru, malu, sempit, lapang. Begitulah kehidupan, penuh dengan ujian, untuk dekat dengan Tuhan.

September saya akan bertemu orang-orang baru, aktivitas baru, kejadian-kejadian baru, kebahagiaan yang baru, tantangan yang serba baru.

Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?, Dan Kami telah menghilangkan dari padamu bebanmu, yang memberatkan punggungmu? Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu. Karena sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan. Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain, dan hanya kepada Tuhanmulah hendaknya kamu berharap. (94:1-8)

Allah ya Rabb, Engkau Yang Maha Memberikan Ketenangan Hati. Semoga Ramadhan menjadi charger yang luar biasa untuk 11 bulan ke depan setelahnya. Kuliah S2 mahal, tidak boleh main-main lagi, harus serius, harus dapat IP cumlaude, harus bisa memperbaiki yang lalu-lalu, harus bisa bersyukur dari waktu ke waktu.

Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu; jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal.(3:160)

Ketenangan hati itu didapat ketika saya semakin dekat dengan Tuhan. Dekat, lebih dekat.

Wahai jiwa-jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan rela dan diridlai. Masuklah ke dalam golongan hamba-hamba-Ku. Masuklah ke dalam surga-Ku (89: 27-30)