Alhamdulillah, hanya itu kalimat yang terlontar saat saya mendapat kabar kalau adik perempuan saya diterima di Farmasi ITB jalur SNMPTN. Antara senang dan tegang karena belakangan saya jadi sering mendoakan adik saya agar diberikan yang terbaik. Adik saya sempat stress karena dia tidak lolos SNMPTN undangan bulan lalu. Begitu pengumuman, dia menangis dan mengadu pada saya dengan kalimat-kalimat putus asa. Alhamdulillah waktu menyembuhkan rasa tidak percaya diri dan putus asa itu. Dia berusaha lebih keras agar bisa lolos tes tulis. Subhanallah, doa orangtua yang tulus juga pasti membantu pencapaian ini.

Saya ingin berbagi kebahagiaan sekaligus pelajaran. Saya mengenal sosok adik saya sebagai pribadi yang straightforward dan fokus pada tujuan. Di rumah, di antara saya dan adik lelaki saya, ia anak bawang yang paling gigih kalau sudah mengejar sesuatu. Dia seringkali membunuh waktu malam sampai larut untuk belajar. Pernah dia sakit-sakitan karena salah management diri, haha. Saya sadar kenapa dia keras banget, dia sudah terlambat satu tahun dari angkatannya karena sempat exchange ke U.S tahun lalu. Kalau tahun ini tidak dapat, saya tidak bisa bayangkan dia seperti apa. Ngamuk-ngamuk gak jelas kali yah, haha. Buat anak SMA kelas tiga, melihat kawan-kawan lain sudah diterima di Universitas beken itu rasanya gimana gitu (nostalgia). Haha.

Tapi Alhamdulillah, selalu ada orangtua yang selalu mendukung dan menyemangati, dan berdoa tak putus-putus. Saya melihat cara belajar dia juga rasa-rasanya tiga kali lipat dari saya sewaktu ingin menembus UI (ya eyalah). Selama TO di NF, dia tidak pernah lolos farmasi ITB, masih 700-an grade terakhirnya kalau tidak salah, tapi belum sampai 800. Tapi setelah tidak lolos SNMPTN undangan (PMDK kalau jaman kite), dia belajar lebih gila lagi, saya dan orangtua kadang kasian liatnya, diajak jalan ke luar suka gak mau. Kerjaan kok ya belajar aja, haha. Ah, saya jadi tegang nih, itu farmasi kan dengar-dengar dewa banget materi-materi kuliahnya, apalagi di ITB #jleb. Semoga dia kuat!

Selamat adikku, Teteh jadi bisa ke Bandung sering-sering nanti. Baru kemarin-kemarin kangen sekali sama Bandung, inginnya pas Ramadhan main2 ke DT, ke pesantren Aa Gym. Ingin juga melihat-lihat ITB dan UNPAD yang belum pernah Teteh kunjungi. Ingin sekali berjalan-jalan ke lembang, ke puncak, ke kebun teh! yeay!

Anyway, ini baru permulaan. Dunia kampus akan jauh lebih dinamis dibandingkan SMA. Ayo jangan ‘gigih’ sendirian yah, gigihnya dibagi-bagi. Jangan gara2 di ITB lingkungan akademisnya sangat sangat mendukung, kamu jadi gak peka sama lingkungan, haha. Semoga kuliahnya dilancarkan, jangan sering-sering nongkrong di Bandung, tapi jangan terlalu forsir juga kalau belajar. Semuanya harus tawazun yah, Dek. Allah bersamamu🙂

Doain Teteh juga ini mau S2 lagi September. Kuliah lagi daaah T-T haha. Ah, orangtua udah kehilangan tiga anaknya nih pada ke luar kota semua. Semoga Mpi, Ndan, Nini, sukses semuanya! Amin😀