Kemarin adalah hari pertama saya kuliah S2, setelah satu tahun kenalan sama kantor, hehe. Bagi saya Selasa adalah hari yang awkward. Pertama, karena waktu saya ke FIB,  ternyata udah gak ada mahasiswa yang saya kenal. Haha. Kalaupun ada satu dua muka familiar, tapi ya ‘cukup tahu aja’. Saya sampai kepikiran apa jadinya kalau kuliah ke luar negeri, pasti asing sekali. Di dalam negeri dan masih fakultas sendiri aja benar-benar kerasa asing (ngibur diri gara2 belum sempat sekolah ke luar, haha).

Ditambah lagi kebanyakan anak linguistik ambil peminatan pengajaran, alih-alih penerjemahan ataupun bahasa & kebudayaan. Alhasil, kemarin, selesai kuliah yang cuma 150 menit itu (karena masih pengantar, jadi cuma 90 menit), saya jadi bingung yah mau ngapain lagi. Ngobrol gak ada orang yang dikenal. Ke kantin belum laper juga, jadilah saya ke mushala nge-charge HP. Di mushala saya sempat mikir, semoga peminatan bahasa dan kebudayaan yang saya ambil tepat dengan minat saya yang emang lebih suka melihat linguistik secara makro dan interdisipliner. Maksudnya ada relasi dengan ilmu-ilmu lain, seperti psikologi, antropologi, komunikasi, budaya, dan lain-lain. Sementara peminatan penerjemahan dan pengajaran itu linguistik praktis dan spesifik.

Yang kedua, setiap Selasa jam 16.00 saya mengajar MPK Bahasa Inggris di FTUI. Ini juga hari pertama saya jadi dosen. Waktu ke FTUI, rasanya lebih asing daripada waktu di FIB, ya iya lah. Udah mana gedung FT buat bingung lagi denahnya, isinya mostly anak-anak cowok bergerombol, terus tiap jalan mata kebentur gedung dan gedung. Nah, saya sempat janjian dengan dosen senior di pusat administrasi fakultas teknik (PAFF). Beliau adalah partner saya dalam mengajar. Jadi kami bagi-bagi materi, secara saya baru, jadi masih perlu diarahkan. Jadilah saya minta ketemuan hari itu juga karena bu Lianawaty, dosen senior itu, tidak datang pas rapat. Katanya kemarin-kemarin beliau di Malaysia. Saya tunggu dari jam 12.30, ternyata belum datang juga, hehehe. Akhirnya saya ke kantin dulu deh. Tahunya pas ke sana, ajiiib, rame banget. Keadaan yang membuat saya tidak nyaman.

Oh yah, saya bawa dua tas yang berat banget karena ada buku-buku kuliah, buku mengajar, netbook, dan DVD eksternal. Karena kecapean bawa-bawa, akhirnya saya istirahat aja di Gedung S, sebelah PAFF. Saya sms dan telepon Bu Liana belum ada respon. Saya sempat panik karena belum tahu di ruangan mana, anak jurusan apa yang saya ajar, dan teknis tes EPT buat mahasiswa itu gimana. Saya baru dapat nomor pegawai esoknya, jadi belum bisa buka SIPEG (SIAK dosen), makanya saya hubungi beliau. Tapi alhamdulillah, jam 13.40an Bu Liana balas sms saya. Katanya sedang di kelas dan minta saya menunggu sampai jam 14.30.

Setelah ngobrol-ngobrol dengan Bu Liana buat pembagian materi, disusul dengan shalat ashar, lalu beli kertas A4 dan spidol buat game, masuklah saya ke dalam kelas jam 16.00. Agak tegang dikit, tapi alhamdulillah berjalan lancar. Walaupun ada bagian yang perlu instruksi lebih clear. Kata dosen senior sih, clear instruction bisa dilatih dengan jam terbang. Sebisa mungkin kasih instruksi yang clear soal group work, game, tugas, atau apapun yang harus dilakukan oleh mahasiswa, biar mereka gak tanya berkali-kali. Maklum, saya anaknya skip, haha, jadi kadang hal detail kelewat ;p

Abis maghrib, saya pulang, merasa tepar karena bawaan saya banyak banget. Ke kosan jalan 30 menit dengan bawa dua tas yang bikin bahu sakit-sakit. Baru aja mau tidur karena kecapen, tiba-tiba dapat sms dari Bu Sisil, minta saya pegang satu kelas lagi di MIPA, ngajar anak farmasi. Wew, saya sempat kepikiran, untung adik saya maba farmasi ITB, haha, kalau masuk UI, bisa jadi ketemu saya. Antara senang dan sedih juga dapat dua kelas. Senang karena rejeki nambah, sedih karena waktu main bakal lebih sedikit, haha. Bayangin aja kalau saya lagi midtest kuliah, mahasiswa saya kan midtest juga. Alhasil, saya harus ngoreksi tugas 36 students per kelasnya, kalau dua kelas berarti 70-an (jleb), belum sama tugas-tugas lain, ditambah lesson plan yang harus dibuat tiap masuk kelas, hahaha (ketawa despo). Semoga dengan waktu kuliah S2 yang bakal banyak paper penelitian, ngajar MPK bahasa Inggris dan LBI, tidak membuat saya nyerah di jalan, haha. Semoga semuanya bisa seimbang. Semangat!