Honestly, terkadang saya bisa menghabiskan waktu untuk menyiapkan materi kelas daripada membuat paper kuliah. Baru merasa betapa sulitnya menjadi mahasiswa sekaligus dosen part-time dan teacher di LBI. Setiap Senin, selalu berharap ada hari Sabtu. Setiap Sabtu, selalu berharap ada hari Senin, eh bukan, berharap bisa tidur-tiduran. Ternyata tidak bisa karena weekend juga terpakai untuk bekerja dan membuat lesson plan. Terbayang saat mid test atau final-test, harus ngoreksi ratusan tugas mahasiswa dan membuat banyak paper.

Satu keterkejutan pertama saat duduk di bangku kuliah S2 adalah satu mata kuliah bisa dipegang 4-6 dosen. Saya hanya bisa menenggak ludah. Kalau begitu, berarti paper-nya sebanyak apa yah. Curi-curi waktu untuk OL kalau dirasa sudah jenuh dengan netbook-yang seminggu pertama ini harus saya install berkali-kali karena technical problem. Keterkejutan kedua adalah bahwa mengajar bahasa Inggris untuk murid dengan mixed age and ability, dari anak SMP sampai kakek-nenek itu membuat leher tegang dan kepala berat karena mau tidak mau harus berkali-kali menerangkan biar paham. Tapi saya pikir, ini awalan saja. Lama-lama juga nanti terbiasa.

Hehehehe, tapi hidup seru sekali. Saya banyak belajar betapa produktif itu menyenangkan, walaupun pulang ke rumah rasanya mau nangis dan jedotin kepala ke tembok. Tapi life must go on, life must go on, life must go on….🙂 Semoga selalu diniatkan untuk ibadah.