Ada yang unik dari perayaan ulangtahun Nalacity yang pertama. Komunitas Social Entrepreneur yang baru seumur jagung ini ternyata tidak merayakan ulangtahunnya di lokasi pemberdayaan ibu-ibu mantan penyandang kusta, tetapi di Wisma Tuna Ganda (WTG), Depok, Sabtu (10/11/12).

Yovita, CEO Nalacity, mengatakan bahwa pemilihan tempat ini adalah alternatif ladang amal sekaligus bentuk rasa syukur. “Kita bisa berkontribusi di mana saja. Waktu Ramadhan kan ke ibu-ibu Kampung Kusta kasih parsel, sekarang giliran ke WTG. Mereka sama-sama butuh pertolongan” ujarnya dalam sambutan pembukaan.

Acara yang dinamai 1stNalacity ini diawali dengan sharing bersama ketua yayasan, Ibu Christina, dan dilanjutkan dengan kegiatan ‘kelililng wisma’ untuk melihat serta menyemangati para pasien. Tim Nalacity dan volunteer rupanya merasa tersentuh dengan kondisi para pasien. Mereka yang tinggal di sana adalah orang-orang istimewa yang tetap memiliki semangat untuk hidup. “Rasa kemanusiaanlah yang membuat WTG masih berdiri selama lebih dari 30 tahun. Kami ajarkan banyak hal agar mereka bisa mandiri, tergantung kemampuan mereka” tutur Ibu Christina

Selepas berkeliling, Nalacity memberikan sejumlah sembako kepada pihak wisma sekaligus memohon doa untuk keberlangsungan kegiatan bisnis sosialnya.  Selain meminta do’a dari para penghuni WTG, di HUT-nya yang pertama, Nalacity juga mengadakan sayembara sejuta do’a via twitter pada tanggal yang sama. Harapannya, kegiatan bisnis-sosial Nalacity semakin berkah dan didukung oleh masyarakat luas.

Ulangtahun Nalacity yang juga jatuh bertepatan dengan hari Pahlawan ini memberi kesan tersendiri bagi para tim inti dan volunteer yang bergabung. Bagi mereka, berbagi dengan masyarakat marjinal adalah salah satu cara untuk menumbuhkan jiwa kepahlawanan. After all, mari kita doakan, semoga Nalacity semakin berkembang dan terus menebarkan semangat kepahlawanannya (AS).