Ia gemar sekali memberikanku pesan

Suaranya halus berdesik pelan

Tak selalu bisa ditangkap

Seperti sepi yang paling fana

 

Ia tak benar-benar sedang berbicara

Ia hanya sedang memanggil-manggil nama

 

biar cemasnya hilang

biar pergi sekawanan gagak hitam

biar terbagi satu beban

 

Ia baru saja memberikanku pesan

“Aku mencintaimu karena Tuhan”