Hari-hari menjadi berarti setelah kehadiran si kecil dalam rahimku. Setiap gerakannya dalam perutku menyadarkanku bahwa aku memiliki kehidupan lain yang harus kujaga. Sebuah amanah yang besar, yang dengannya kebahagiaan dan segala ujian menanti. Tak tahu apa yang akan terjadi di masa mendatang. Tetapi aku dan suamiku selalu berdoa untuk kebaikan lelaki kecilku….

Ia pasti akan melalui masa-masa seperti kami. Jatuh bangun demi bisa belajar berdiri, merengek-rengek minta ASI, mengucapkan kata-kata dengan vocal tract yang belum matang, menginjak masa remaja yang penuh dengan tantangan, dan tumbuh dewasa dengan segala kebijaksanaan. Dalam bayanganku, kelak ia akan menjadi orang besar, seorang penghafal al-Qur’an, juara 1 di sekolah, pekerja keras, dan seseorang yang memiliki kepekaan yang tinggi terhadap masalah umat.

Ia lelaki, lelaki kecilku. Yang kunanti-nanti kehadirannya dengan perasaan yang campur aduk. Ada rasa senang mengalir di dalam darahku terkadang, tetapi rasa khawatir tentu juga tak bisa aku tepis. Kadang pertanyaan demi pertanyaan, seperti “Mampukah aku jadi seorang ibu?”, “Bagaimana mengasuh anak pertama itu?” terus bergelayut. Pernah sekelebat merasa tak siap, tapi setiap kali ayah si kecil membawaku ke dokter kandungan, melihat USG selalu menjadi momen yang dinanti. Bahagia yang tidak terkira. Apalagi, jika bentuk si janin sudah terlihat seperti bayi manusia. Oh begini yah rasanya jadi orangtua…

Ah, aku sungguh tak tahan menulis ini, Nak. Katanya ibu hamil tak boleh menangis sedih. Tapi izinkan aku mengeluarkan air mata bahagia sebentar saja. Terimakasih sudah menemani hari-hari bunda di Ramadhan yang penuh berkah ini. Sebisa mungkin bunda puasa biar kau ikut rajin juga. Terimakasih sudah menjadi the best booster yang membuat bunda bisa menyelesaikan studi S2 dengan predikat cum laude. Untukmu yang darahnya menyatu dengan kulitku, darahnya mengalir di darahku, jantungnya berdenyut menyatu dengan nyawaku, aku akan berkorban apapun untukmu.

Hai, Kecil, semoga kau jadi anak yang cerdas dan shaleh, Bunda dan ayah sayang sama Adek. 3 bulanan lagi adek lahir lo. Adek yang sehat yah, terus sehat dan sehat terus….. :’)