Tidak semua hal di dunia ini bisa diukur dengan hitungan matematis. Memang ada banyak pilihan hidup yang harus dipertimbangkan secara matang dan rasional, tetapi beberapa di antaranya tentu tidak bisa digantikan dengan materi. Bahagia adalah suatu keharusan, tetapi menjalani kehidupan dengan angka-angka hanya akan membuat kita tampak seperti gerbong kereta tua. Maka dari itu, kita perlu merasa. Merasa bahwa hidup adalah sesuatu yang perlu kita perjuangkan dan syukuri. Pun, jika kita harus menjalani banyak peran ganda.

Syukur, adalah lentera jiwa yang membuat kita tetap hidup. Dalam kondisi apapun, syukur adalah bahan bakar yang meredam rasa angkuh karena memiliki segala, sekaligus juga rasa sempit dalam menghadapi banyak perkara. Rasa syukur yang membuat kita melihat setiap ujian sebagai tantangan. Yang membuat kita melompat dari kehidupan yang nyaman ke kehidupan yang dinamis. Yang membuat kita pindah dari jalan yang lurus ke jalan yang berkelok-kelok. Dari jalan yang datar ke jalan yang mendaki. Dari karpet merah ke kubangan lumpur. Rasa syukurlah yang selalu membuat kita merasa menjadi manusia yang bermanfaat dan rendah hati.

Kita berbahagia, pun karena ada syukur di sana.

Note: Rupanya, 2015 menjadi tahun yang menarik bagi saya sekeluarga, karena di tahun ini saya betul-betul belajar menjadi seorang ibu bagi seorang putra berusia 2.5 bulan, baru dapat pekerjaan menjadi dosen PNS juga di UIN Jakarta, dan yang mengejutkan, mendapat kabar bahwa suami dipindahtugaskan ke Jakarta mulai Juni nanti. Kelihatannya ideal, normal, dan cukup menyenangkan, tapi sebetulnya, kami menghadapi banyak pilihan yang benar-benar baru. Baru karena membutuhkan banyak penyesuaian. Mulai dari mencari rumah di sekitar Ciputat, memikirkan teknis penitipan anak sementara nenek kakek semua bekerja, penyesuaian pengeluaran rumah tangga yang aduhai, kesiapan mental menghadapi tumbuh kembang anak, agenda-agenda organisasi yang sampai sekarang saya masih jadi ketuanya, hingga penyesuaian-penyesuaian dengan khadimat yang menginap di rumah. Ada kekhawatiran akan kemungkinan-kemungkinan yang tidak terduga. Hanya bisa berdo’a, semoga Allah tunjukkan jalan terbaik.